Oretan tak beraturan ini, ditulis saat diri ini memasuki pengobatan enam bulan Terapi Kusta. dan Alhamdulillah kini, telah memasuki sebelas bulan, kesemutan disetiap syaraf tepi yang selalu menemani dalam hari hariku mulai menghilang, wajah lebam hitam sudah mulai menunjukan kesembuhan. Tulisan berikut adalah motivasi untuk diri sendiri, yang insyaAllah berhasil melewati proses pengobatan penyakit yang dianggap menjijikan oleh sebagian orang. Ternyata bahagia itu sederhana. Yaitu menggantung sepenuhnya hidup hanya kepada Allah(Aqidah yang bersih) lalu perbiasakanlah satu kaidah sederhana "Tersenyum dan tertawalah maka kamu akan bahagia jangan menunggu bahagia dahulu baru tertawa".
Rahmat Abd Fatah
Fitu.01/08/2016.
Lelaki mungil yg kian menghitm itu terus meniti rasa oleh rindu yg
tak menyahut,larut terbawa binarnya surya lalu senja & begitulh terus
berputar oleh irama sang waktu.
sering terdengar ucap"betapa bahagianya sehat saat kau
dirundung sakit". Dalm pada itu kau ingin memulangkan kenang diceruk
sunyi.itulah sang waktu.nestapa yg hadir disukma sakitmu mengajakmu
menghargainya dan ah..masih sama suda 6 buln berlalu tapak kaki si mungil hitam
itu belum tergerus angin masi diperaduannya menjalani titah sang dokter &
abahnya"jangan seharipun kau tinggalkn obat,itu masa depan kau,istri &
anakmu". Semoga Kilau menabur sejuta rasa seiring putarn sang waktu agar
pilu tak kembali terasa.



