Minggu, 11 November 2007
Hari ini makanan yang terhidang banyak
sekali. Dimulai hari ini adalah hari pasar di Saketa maka pagi-pagi saya sudah
membeli cemilan kue-kue khas pasar Saketa dan menggoreng singkong sekaligus
untuk menjamu tamu kontraktor dan perencana pembangunan di Halmahera Selatan,
khususnya Gane Barat yang malam tadi menginap di rumah dinas. Kebanyakan orang
Maluku tidak seperti kami berdua. Sarapan pagi bagi mereka cukup dengan makan
goreng pisang atau singkong (disini disebut kasbi) bisa juga ditambah ikan dan
sambal ditambah minum teh manis. Sedangkan saya dan suami masih pula harus
makan nasi dan lauk serta sayur. Kue-kue dan goreng pisang atau singkong hanya
kami anggap sebagai cemilan.
Hari ini para tamu akan pergi
meninjau desa-desa dengan speed Avicenna milik pustu hingga sore, sedangkan
saya dan suami hari ini pula diundang makan siang dirumah kepala TU puskesmas.
Ia ingin mengajak kami makan makanan khas Maluku yakni popeda (makanan dari
tepung sagu bentuknya nyaris seperti lem yang dimakan dengan kuah ikan) beserta
ikan bakar, sayur garu (tumis daun dan bunga pepaya), lengkap dengan
dhabu-dhabu (sambal) kacang dan popoki mantah (terong). Berawal dari ajakan ibu
Ina salah satu staf puskesmas untuk memasak popeda setelah melihat saya melahap
makanan khas Maluku Utara itu sewaktu ada acara Lomba Desa dan jamuan makan
siang dirumah Camat Gane Barat beberapa hari lalu. Ibu Ina mengajak Ci Ipah
(panggilan kami untuk ibu Syarifah, kepala TU Puskesmas) untuk memasak dan
akhirnya acara makan dipindahkan dirumah beliau.
Saya yang biasanya tidak terlalu
banyak makan, hari itu lumayan kekenyangan. Ditambah makan siang ditutup dengan
es buah campur kelapa muda sebagai pencuci mulut (disini disebut manis mulut).
Acara selanjutnya adalah bersantai dibagian belakang rumah Ci Ipah yang
menghadap kelaut. Mengobrol sambil menikmati angin laut. Saat azan berkumandang
sekitar pukul 12.30 WIT suami saya pamit duluan untuk shalat zuhur di masjid.
Sedangkan saya dan ibu Ina pamit beberapa saat kemudian.
Sepulang dari rumah Ci Ipah kami
masih dibekali es buah dan sore hari hingga malam hari itu saya dan suami
sangat kekenyangan sampai tidak ingin makan lagi. Alhamdulillah, hari ini Allah
memberi kesempatan untuk menikmati makanan-makanan yang rasanya enak meski
belum terlalu akrab dilidah. Dan Allah memberi satu lagi hari yang indah untuk
dilewatkan didesa nun jauh di pedalaman Maluku Utara.
Sumber
:http://vanikrisna.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar