Oretan tak beraturan ini, ditulis saat diri ini memasuki pengobatan enam bulan Terapi Kusta. dan Alhamdulillah kini, telah memasuki sebelas bulan, kesemutan disetiap syaraf tepi yang selalu menemani dalam hari hariku mulai menghilang, wajah lebam hitam sudah mulai menunjukan kesembuhan. Tulisan berikut adalah motivasi untuk diri sendiri, yang insyaAllah berhasil melewati proses pengobatan penyakit yang dianggap menjijikan oleh sebagian orang. Ternyata bahagia itu sederhana. Yaitu menggantung sepenuhnya hidup hanya kepada Allah(Aqidah yang bersih) lalu perbiasakanlah satu kaidah sederhana "Tersenyum dan tertawalah maka kamu akan bahagia jangan menunggu bahagia dahulu baru tertawa".
Rahmat Abd Fatah
Fitu.01/08/2016.
Lelaki mungil yg kian menghitm itu terus meniti rasa oleh rindu yg
tak menyahut,larut terbawa binarnya surya lalu senja & begitulh terus
berputar oleh irama sang waktu.
sering terdengar ucap"betapa bahagianya sehat saat kau
dirundung sakit". Dalm pada itu kau ingin memulangkan kenang diceruk
sunyi.itulah sang waktu.nestapa yg hadir disukma sakitmu mengajakmu
menghargainya dan ah..masih sama suda 6 buln berlalu tapak kaki si mungil hitam
itu belum tergerus angin masi diperaduannya menjalani titah sang dokter &
abahnya"jangan seharipun kau tinggalkn obat,itu masa depan kau,istri &
anakmu". Semoga Kilau menabur sejuta rasa seiring putarn sang waktu agar
pilu tak kembali terasa.
Si hitam mungil itu masi terus bergumam.hmm..Sang waktu memang
penuh misteri.Qit tida slalu tau & sadar betapa ia seringkli telah
terlewati ratusan ribu mill jauhnya tanpa kita sempat mengisinya. kita hanya
sering memfirasatinya begitupn tergantung dari ruang mana sebab firasat itu
berada. Martin Heideger lalu bertutur "kita betul2 berenang dlm kolam
waktu,bukan cuma mengikuti arusnya". filsuf Jerman lainnya Hendry Bergson
menyebutnya dg waktu kuantitatif yg dilakoni oleh setiap kita dlm keseharian
tetapi sering abai pd waktu kualitatif yg disebut Hendry dg durre. dimana ia
berkelindan pd wilayah subjektif psikologis sebag penglmn eksistensialis yg
tertuntun oleh mental,emosi,bahkn ranah sukma spritual Qit yg terdalm.
Dan entahlah apa yg dirasa lelaki hitam mungil itu,tatap
pandangnya sesemburat surya mewarnai angkasa sambil membuka notes sahabat
hariannya. tertulis apik bahwa"saat kau sehat putaran sang waktu menyambr
bagai kilat,tak terekam oleh binar mata,lalu ketika abai pd sukma hikmah
sakitmu.Sang waktupun datang bagai kilat merampas bahagiamu,tergeletak tak
berdaya tak bernyawa.Begitupun kala sakit,sang waktu terasa bag anak bayi yg
belajar menapaki jejalanan,lamban terasa lamban.
Dipucuk itulah seorang ulama Sufi,intelektual,pejuang. Syeh
Badiuzzaman Said Nursi menuntun si hitam mungil itu memahami secercah cahaya
kearifan dari mata air kearifan Illahi dlm karya monumentalnya Risalah An-Nur.
Syeh Nursi bertutur"Tuk org2 yg tengah dirundung
penyakit...percayalh tatkala penyakit merengkuhmu,sang Malaikat tersenyum
bahagia sedangkn iblis nangis berduka,namun saat sehat menyambangimu,aku
hawatir malaikat2 itu meratap duka sedang iblis tertawa gembira"Syeh Nursi
terus menutur"Sungguh kehidupn manusia baru menjadi murni bila ia
dirundung musibah & ujian. dg begitu wajah kehidupan telah menunaikn tugas
kehidupannya...sebaliknya kehidupn yg hanya bertemn kesenngn &
kemewahn,serta hanya brgembira di ats ranjang kenikmatn yg jauh dari rintangan
& tantangn merupkn potret khidpn yg lebih dekat pd ketiadaan sebag
keburukan murni ketimbang eksistensi keberadaan sebag kebajikan murni".
Disinilah penting membangun muara introspeksi kontemplatif diri
Kata Syeh Nursi. "Apakah kau telah mengukir waktu2mu sebelum ini dg aneka
kebajikan & pengabdian,sudahkah juga reda dg puspa ragam kearifan &
ketaatan ata mala kau rajut dg berbagai kelalaian & kemaksiatan?.
Kalimah2 di ats keluar dari lisan Syeh Nursi ketika memaknai
penyakit yg dialami Nabi Ayub as. Sang Nabi yg belakngn menjadi sumber
inspirasi keteduhn Si mungil hitam itu. Dari Sang Nabi penyabar & Syeh
Nursi itupula, si hitam mungil itu terus belajar menyelami aforisma kesabaran
dlm sakit,sedih & kesendirian dlm riang. "sesungguhnya kami dapati dia
(Ayub) seorang yg sabar,dialah sebaik-baik hamba,sesungguhnya dia amat taat
kepad TuhanNya(QS.Shad:44). Sang Nabi Penutup para Nabipun bersabda"Jika
Allah menurnkn ujian kpd seorg hamba yg beriman kpd suatu ujian penyakit pd
tubuhnya,maka Allah memerinthkn pd Malaikatnya;Catatlh amal kebajikn
untuknya,jika Allah menyembuhkn hamba itu maka dia telah membersihkn &
menyucikn segal kesalahannya & bila hamba itu meninggal dunia, maka dia
juga telah mengampuni dosa2nya & memberkn rahmat kepdnya(HR.Ahmad).
Wahai saudara yg sedang diselemuti kenestapaan hidup,janganlh
slaly kau mengeluhkn penyakitmu yg bisa mengantarkn satu detik kesengsaraan itu
setara dg seribu menit ibadah,serta menyebabkn umurmy bertmb panjang.Karenanya
bersukurlah atas anugrah sakit yg dititipkan sejenak kepadmu.Demikian Nasehat
Syeh Nursi.
Enam bulan berlalu sat aforisma hidup Syeh Nursi & Sang Nabi
penyabar Ayub as mengalir menuntun disetiap aliran darah si mungil yg kian
hitam itu. Namun begitulah manusia yg masi menapaku anak tangga pembelajrn
hidupnya,pelukan kuat iman dikala badai masih selalu naik turun,semoga saban
hari tak bermuram durja & dibinari slalu oleh binar cahaya Illahi. "Demi
masa. Manusia berda dlm kerugian, kecuali orang2 yg berimn & yg mengerjkn
amal shaleh & nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran & menetapi
kesabarn(QS.Al-Asr).
Mari saling menguatkn utama kpd lelaki mungil yg kian hitam itu
agar lulus dlm ujian kepasrahn ketundukan di eratnya dekapan badai. Jika tak
ada aral melintang & di izabah oleh pemilik sang Hizab waktu, terapi lelaki
hitam mungil itu 12 s/d 18 bulan & kini telah 6 bln dilaluinya begitulh
sang dokter memperkirakannya. Semoga lelaki hitam itu dapat bijaki sang waktu
meraih permata di dasar sukma sakitnya. karena yg sakit sebagaimn lelaki hitam
itu terkadang gagal menyibak tirai hikmah & membuka misteri kasih sayang
ilahi yg berada dibalik penyakitnya.
Maka Syeh Nursi kembali mengaliri keteduhan dg kearifan kepadanya
agar dapt melihat orang2 yg jauh lebih menderita darinya. "Apabila kau
terluka lihatlah orang2 yg tangannya terputus,bila kehilangn 1 mata lihatlh kpd
orang yg kehilngn kedua matanya sehingga engkau dpt bersyukur...sekiranya tak
ada gelap manusia tidak akan mengenl cahaya & tidak mengetahui nikmat
lenteranya,jika tak ada rasa lapar,niscaya manusia tak bisa meraskn nikmatnya
makanan,jika tak ada dahaga niscaya manusia tak merasakn nikmatny meminum air
& andai penyakit tak kunjung mengunjungi manusia, niscaya manusia tak
meraskn nikmatnya sehat".
Kepada lelaki mungil yg kian menghitam itu Syeh Nursi menutup
Hikmah sakit dg memotivasi & meyakinkannya "jika dalm sakit tak
tersimpan makna keindahan cinta Allah kpd hamba pilihannya.Kenapa Dia menguji
kekasih tercintanya Nabi Ayub as, dg penyakit yg tiada bandingannya?bila dalm
bala tak tersembunyi lembutnya rahmat ilahi,bagaiman kita bisa tafsirkan ribuan
bahkn jutaan wali2walinya yg kehidupan mereka tak pernah sunyi dari bermacm
ujian,kepayahan,penyakit,penderitaan & prahara kehidupan? semoga dg aliran
bening kearifan di atas,lelaki yg kian hitam oleh efek obat terapi itu kembali
menabur sejuta rasa bahagia oleh hikmah sukma sakitnya agar cahaya ilahi
semakin menerangi binar cahaya dikedalaman jiwanya.Semoga...!
Jazakillah, Istri tercinta. istri simungil hitam atas ikhlas
sabarnya, Bahkan tak sempat nadiQoe mengeja tanya,dekapanmu semakin erat
dikala badai menerp sumsum imammu ini.Semog bulir rasa kembali terasa bersama
saat dipan-dipan sebab keterlenaan dunia menyelubungi kita kelak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar